“Trimbil.. Trimbil....!”, panggil ibu kepada Trimbil. “Ayo sikat gigi dulu sebelum tidur”, kata ibu lagi. Trimbil tidak beranjak dari tempat tidurnya. Trimbil malas sekali sikat gigi sebelum tidur. Padahal setiap hari, ibu selalu mengingatkan Trimbil. Panggilan ibu mengingatkan Trimbil untuk sikat gigi ternyata tidak mampu membuat Trimbil mau sikat gigi malam itu. Alhasil, malam itu Trimbil tidak sikat gigi lagi. Padahal seharian, ia sudah makan bermacam-macam makanan.
Saat mau tidur, tiba-tiba dari bawah tempat tidurnya muncul makhluk kecil dari besi. Ternyata benda itu adalah robot. “Pip pip o o, pip pip o o, namaku robot pip pip pip o o”, kata robot kecil itu. Trimbil heran, kok bisa ada robot di bawah tempat tidurnya. Merekapun saling berkenalan. Tapi robot tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil. Robot pip pip o o menjauh saat Trimbil berbicara dengannya.
“Kenapa robot pip pip pip o o tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil?”, tanya Trimbil keheranan. “Pip pip o o, saya tidak suka dengan Trimbil. Karena gigi Trimbil hitam-hitam dan berlubang. Pip pip o o”, kata Robot menjelaskan. Wah, robot saja tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil. Tiba-tiba dari bawah tempat tidur Trimbil, muncul lagi sesuatu. Ternyata itu adalah monster kuman. Bentuknya menjijikkan. “Hha? Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?”, tanya Trimbil setengah berteriak. “Akuu adalahhh monsterr kumannn yangg adaa di gigiii kamuuu, hhahaha”, kata monster dengan suaranya yang mengerikan. “hha? Mana mungkin ada monster kuman di gigiku sebesar kamu!”, kata Trimbil tidak percaya. “Karenaa kamuu tidakk pernahh mau sikatt gigii, akuu membuatt rumahh kumannn di gigiii kamuu. Semakinn kamuu jaranggg sikat gigii, semakinn banyak rumah kumannn dan semakinn banyak monster kumann sepertii aku inii di gigi kamuuu”, kata monster itu lagi.
“Pip pip o o. Kuman-kuman itu yang akan membuat gigi kamu hitam, keropos, dan bau, pip pip o o”, kata robot sambil menunjuk ke arah monster kuman. Tiba-tiba robot pip pip pip o o menghilang. Dan monster kuman muncul lagi dari bawah tempat tidur Trimbil. Semakin banyak dan semakin bertambah. Trimbil ketakutan. Dan Trimbil pun terbangun dari mimpinya.
“Masyaallah, aku bermimpi!”, kata Trimbil pelan. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Sudah dua jam sejak Trimbil tidur. Sepertinya ia sadar, betapa banyak kuman-kuman yang akan hidup di giginya jika tidak pernah disikat. Ia pun menuju ke kamar mandi untuk menyikat giginya.
“Bismillahhirrahmannirrahim..”, ucap Trimbil sebelum sikat gigi. Sejak saat itu Trimbil rajin sikat gigi, apalagi sebelum tidur, agar kuman tidak punya banyak waktu untuk menghitamkan gigi kita. Karena gigi kita sudah terlindungi. J


2 komentar:
mau tanya mbak tolong d jawab y :) : boleh tidak kita berbohong untuk menyenangkan orang tua kita dan meringankan beban orang tua kita , saya pernah membaca artikl tentang kebohongan yang dibolehkan disana dijelaskan salah satunya boleh berbohonng untuk menyenangkan suami atau istri, kalau bohong anak untuk menyenagkan orang tua nya boleh atau tidak y ? tolong penjelasan nya
terimakasih banyak :)
baguss kak :)
Post a Comment