“Hello Rona, We are pleased to confirm your
place on the Storytelling Beyond Words course starting 25 February 2018..”
Belajar Bercerita di Inggris (2)
Label: great experience , kisah - cerita - dongeng , travelling
Ngenalin Trimbil di Sydney
Label: great experience , kisah - cerita - dongeng , my performance , travelling
Apakah Kartini Jatuh Cinta?
Label: in my opinion , kisah - cerita - dongeng , travelling
Berangkat Sendiri
Mendongeng di Sydney (bag 3)
Label: great experience , travelling
Dukungan Mendongeng di Sydney
Sempet kebingungan awalnya, duit
yang dibutuhkan nggak sedikit. Jual hengpong jadul saya kalo dilipatgandakan
jadi 50 kali juga nggak bakal cukup. Terus tiba-tiba inget saat usaha cari
dana buat ke NZ dua tahun sebelumnya, sampe ngamen-ngamen segala. Eh tapi pada
akhirnya dapat juga. Allah memang mau liat usaha kita. Yaudah, yakin aja bisa.
Sekarang waktunya usaha.
Akhirnya nggak kerasa sudah sekian waktu berlalu, belum ada progres lagi terkait dana walau sudah prospek kesana kemari. Makin ketar ketir dong. Hingga akhirnya Papa telfon. Ternyata ia baru saja bertemu dengan Pak Dirjen Kebudayaan yang saat itu dijabat Pak Prof. Kacung Marijan, Ph. D secara tidak sengaja pada sebuah acara.
Papa yang teringat anaknya lagi berjuang terseok-seok buat dapet dana untuk bisa mendongeng tentang Indonesia di luar negeri ini, kemudian sempat ngobrol dengan dengan Pak Kacung Marijan.
Bersambung
Label: great experience , kisah - cerita - dongeng , travelling
Masjid di Hatyai
Label: great experience , travelling
Tersesat di Hatyai
Mungkin salah satu hal paling menakutkan sekaligus menyenangkan ketika sedang berkunjung ke sebuah daerah adalah tersesat! Namanya juga travelling, get lost menjadi hal yang biasa. National Geographic aja punya program khusus “Let’s Get Lost”. Eh program khusus atau sebutan untuk NG Adventure nya aja ya? Pokoknya ada get lost get lost nya deh. Hehe.
Disinilah salah satu kekurangan Tuk-tuk, tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan sopirnya. Karena sopir di depan dan kita dibelakang terhalang sama besi penutup. Jadi kami nggak bisa leluasa memberi tahu kalau sepertinya ini bukan jalan yang tepat. Atau setidaknya tanya, apa mereka tahu PB Grand Hotel karena kami juga ngga tahu jalan.
Oh iya, orang-orang Hatyai baik-baik. Pak Sopir barusan juga sangat baik, tetep sabar nganterin kita yang kehilangan arah dan ia tidak meminta uang lebih. Mungkin jalur yang dilalui memang bukan jalur Tuk-tuk nya karena di awal gagal paham soal nama hotel. Bahkan mungkin itu sudah diluar jam kerjanya mengendarai Tuk-tuk.
Label: great experience , travelling
Gamelan di Wellington
Anna,
seorang puppeteers di Wellington yang
mengajak saya datang ke sebuah tempat dimana saya bisa menemukan seperangkat
gamelan lengkap disana. Tentu tawaran yang menarik, walau sejujurnya yang saya
bayangkan hanya beberapa instrumen gamelan.
Ternyata dugaan saya salah! Saya berada diantara instrumen gamelan lengkap dan ratusan wayang kulit asli Indonesia. Bertempat di sebuah aula sederhana, gamelan dan wayang itu menghuni.
Hari itu, ada latihan gamelan rutin oleh orang-orang NZ. Saya dipertemukan dengan empu nya gamelan dan wayang ini. Seorang ibu berusia sekitar 60 tahunan. Ia bercerita, semua ini dibawa almarhum suaminya dari Indonesia, tepatnya dari Cirebon.
Label: great experience , travelling