Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

Showing posts with label share ilmu. Show all posts
Showing posts with label share ilmu. Show all posts

Maksimalkan Ramadhan dengan Smartphone

Bismillahhirrahmaanirrahimm

Perkembangan teknologi tidak bisa kita hindari. Menjadi hal lumrah saat smartphone atau telepon pintar berada di genggaman masyarakat era sekarang. Mulai dari berkomunikasi dengan teman berbeda benua, jual beli barang, mesin pengingat otomatis, sampai mengedit video, semua bisa dilakukan hanya dengan menggerakkan jari. Kemudahan serasa dalam  genggaman. Tetapi kemudahan ini memiliki dua mata pisau. Bisa bermanfaat dengan baik atau sebaliknya, justru akan memberikan banyak mudharat pada penggunanya. Namun sekali lagi, pilihan itu ada pada kita.


Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Memasuki Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan kabar gembira ini, ada baiknya kita mengingat kembali apakah smartphone di tangan kita selama ini telah memberi manfaat baik atau malah buruk?
Jika masih merasa tidak mendapat banyak manfaat baik dari smartphone kita, jangan khawatir, Bulan Ramadhan ini adalah momen kita memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan dengan smartphone. Kita patut bersyukur, tidak sedikit dari pemuda-pemuda kreatif dunia yang menciptakan berbagai sistem dan aplikasi untuk memudahkan kita dalam beribadah. Sebut saja One Day One Juz atau disingkat ODOJ. ODOJ adalah sebuah gerakan mengaji satu hari satu juz menggunakan grup whatsapp. Sampai saat ini penggunanya sudah banyak dan tersebar di Indonesia bahkan dunia. Dari anak-anak sampai ibu-ibu berpartisipasi di grup ini. ODOJ memungkinkan kita terpacu untuk berkomitmen menyelesaikan membaca 1 juz dalam sehari. Bayangkan jika Bulan Ramadhan ini kita ikut ODOJ, setidaknya kita mampu mengkhatamkan Alquran satu kali. Insyaallah.

Pahala yang berlipat menjadi salah satu hal yang dijanjikan Allah di Bulan Ramadhan ini. Siapa yang tak mau memanfaatkannya? Sholat lima waktu tentu sudah rutin kita lakukan, tapi bagaimana dengan sholat di awal waktu? Banyak aplikasi android maupun apple yang akan mengingatkan kita pada waktu sholat. Hal ini tentu menghindarkan kita dari mengakhirkan waktu sholat. Aplikasi Muslim Pro dari Apple misalnya. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur seperti jadwal sholat lengkap dengan adzan otomatis. Ada juga kompas arah kiblat agar kita dapat dengan mudah menentukan arah kiblat dimanapun berada. Bahkan informasi masjid terdekat di sekitar kita pun ada. Aplikasi ini juga dilengkapi pengingat setiap hari untuk membaca ayat Alquran.


Penyedia aplikasi dari negeri sendiri dari Badr Interactive juga bisa menjadi pilihan. Aplikasi Learn Qur’an misalnya, sebuah aplikasi untuk belajar membaca Alquran dari nol hingga mahir sesuai kaidah tajwid yang benar. Badr juga mengeluarkan aplikasi Quran Prize, sebuah aplikasi berbasis web yang bisa mengukur kualitas hafalan Quran kita dan mendapatkan skor yang terstandarisasi dengan baik layaknya skor TOEFL. Aplikasi dan sistem semacam ini cukup banyak yang bisa diunduh gratis, kita bisa memilih dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Jangan sampai smartphone di genggaman kita justru menjadi bumerang yang menghambat kita beribadah dengan maksimal di Bulan Ramadhan.


Jangan sungkan juga untuk ijin sementara di grup-grup whatsapp, blackberry messenger, atau line yang biasanya ramai dan lebih sering membicarakan hal tidak penting agar kita fokus dalam ibadah. Semoga di Bulan Ramadhan ini kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik, menjauhkan diri dari kemudharatan dan mendekatkan hati dengan kebaikan serta rahmat Allah SWT. Amin. (RM)

(Dipublikasikan di kolom Ramadhan Koran Minggu Pagi Edisi Minggu pertama Ramadhan)

Melek Media


Bismillah,

Kawans, ini adalah kultwit saya tentang melek media. Siapa sih yang gabisa hindari media? Siapa yang ga butuh media? Media seperti mata pisau, diarahkan ke kebaikan bisa banget. Tapi untuk penghancuran, bisa banget juga. Jadi, bijak menggunakan dan mengonsumsi media adalah jawabannya. :) 

Ditengah ngerjain tugas akhir, saya semakin sumpek dengan kondisi media sekarang. Jalan satu-satunya kita harus #MelekMedia #LiterasiMedia

Melek Media ini bukan justru membuat kita anti sama media, tapi justru membuat kita makin bijak dalam menggunakan media #MelekMedia #LiterasiMedia

Kita harus sadar bahwa. Acara TV komersial yang kita saksikan hanyalah umpan utk mendekatkan kita pada iklan (Milton Chen) #MelekMedia #LiterasiMedia

Anak-anak adalah sosok yang paling mudah dirayu oleh iklan, dan pemasang iklan sangat menyadari itu. #MelekMedia #LiterasiMedia

Iklan di TV sangat mempengaruhi apa yang dimakan oleh anak-anak berusia dibawah 12 Tahun (The Institute of Medicine) #MelekMedia #LiterasiMedia

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ortu/pendamping anak:

1) Bisukan iklannya. Ajak anak menekan tombol mute saat iklan dmulai. #MelekMedia
2) Jadi kritikus iklan. Ajak anak memandang iklan secara kritis. Ajak mereka menilai sendiri iklan apakah masuk akal atau tidak, berlebihan atau tidak #MelekMedia
3) Beri anak jawaban logis yang memungkinkan mereka membongkar jurus periklanan. Contoh: rambut hitam berkilau lurus adalah efek kamera di rambut model #MelekMedia
4) Infokan pada anak tentang tujuan iklan. Ini terbukti dapat membuat anak tidak mudah percaya begitu saja pada iklan. #MelekMedia #LiterasiMedia

Bagaimanapun, orangtualah yang akhirnya memutuskan barang apa yang dilihat dan diinginkan anak di TV. #MelekMedia #LiterasiMedia

Sudah tak terhitung anak yang jadi korban iklan. Korban prtama adalah anak yang merengek minta dibelikan barang tertentu yang tidak penting #MelekMedia

Korban kedua adalah anak yang membeli 'imaji' yang dipantulkan oleh iklan. Ketiga adalah anak yang terperangkap dalam 'imaji' iklan tsb #MelekMedia

Mau bukti? Coba jalan ke sekitar sekolah. Lihat apa yang dipakai anak-anak. Tas barbie, dora, ben 10, Naruto, dll. Seragam boleh sama, tapi jaketnya, tidak. Ada yang bergambar spiderman, batman, dll. #MelekMedia

Di Amerika, iklan busana dan asesoris telah mnimbulkan gelombang sindroma anorexia nervosa dan bulimia pada remaja putri #MelekMedia

Sindrom ini adalah bentuk gangguan makan karena mereka tergila-gila dan mendamba gambaran tubuh super ramping para model #MelekMedia #LiterasiMedia

Korban iklan ini berperang mlawan makanan dengan cara yg tidak sehat, demi mengejar citra supermodel yang kurus, pucat, glamor #MelekMedia

Padahal jelas. Definisi cantik di media dibuat semata-mata karena kebutuhan iklan! #MelekMedia #LiterasiMedia

Di Indonesia cantik itu tinggi, putih. Ini jelas minoritas di Indonesia yang berkulit sawo matang dan tidak tinggi. Biar produknya laku. #MelekMedia

Di barat, cantik itu didefinisikan yang kulitnya gelap sawo matang. Jelas ini minoritas. Biar produknya laku. #MelekMedia #LiterasiMedia

Timur-barat punya definisi cantik yang berbeda. Definisi cantik adalah yang minoritas disana. Biar produknya laku dikonsumsi. Simpel. #MelekMedia

Buat apa menjual produk kulit agar putih di masyarakat yang emang kulitnya udah putih semua #MelekMedia #LiterasiMedia

Sekali lagi, model-model di iklan tv itu fake. Melalui proses editing yang amat panjang. #MelekMedia #LiterasiMedia

Yak, sekian sedikit kegelisahan saya yang masih sangat awam ini. Beberapa saya kutip dari panduan KIDIA (kritis media untuk anak) terbitan YPMA dan pelatihan #GUAIndonesia

Move on yuk! #MelekMedia #LiterasiMedia Bijak menggunakan media :)



Successful Storytelling

In September 2013, I attended Singapore International Storytelling Festival. I also joined a 'successful storytelling' class that taught by Len Cabral, an international professional storyteller.  

This is my note from successful storytelling class. Enjoy!


Room setup

 - Make the audience closer.

-  This is the ideal position. No more younger children tired because they looked at the older children. (learn to be a good audience)

       -          Or make them like this





When telling stories
-          Eye contact’s need
-          You need to build (Engagement, entertainment, aducation)
-          Find the stories
-          And practice it.
-          

      We don't need to move highly 
-          If just a little audience, prefer without microphone
-          Start and finish should be powerful!
-          For young audience, we can use participation
-          Make it happen! à funny-scary-surprising!

We are the one who know the stories! 

The ideal duration to tell one stories
3-5 years                          : 15 minutes
Ideal for all age                 : less than 45 minutes


How about story from parents? How to tell it?
Parents don't need to use a dramatic performance. Because the children just wanna hear your story.


As a storyteller, we've to read a lot. We can build our own stories.

Dua Kata Favorit


Akhir-akhir ini saya lagi seneng banget sama dua kata. Dua kata yang menjadi jawaban atas pertanyaan di benak saya. Dua kata yang menjadi jalan keluar dari berbagai benang kusut di kepala saya. Dua kata yang kemudian selalu saya sebut-sebut di tiap doa. Dua kata yang ketika saya mengingatnya, maka senyum tersungging dari wajah saya.

Suatu hari seseorang mengeluh karena udara panas hari ini. “Ah panas!”.

Seseorang lainnya berkata, kau tahu? Sinar matahari yang sampai ke kulit kita sudah melalui saringan dari berbagai lapisan langit. Sudah di filter agar sinar matahari itu mampu menyentuh kulit kita. Coba kalau sinar matahari menyentuh kulit kita tanpa filter? Bisa terbakar seketika kulit kita ini.

Cerita diatas tadi cuma bagian sederhana dan kecil dari kehidupan. Masih banyak hal-hal yang mungkin bikin kita nggak bisa dengan mudah menerima berbagai kondisi yang ada.

Eh, balik lagi ke dua kata favorit saya. Mau tahu apa? Boleh disebarin kok ke yang lain. Adalah..


Menyenangi takdir! :D

Kisah dan Alquran


Kisah dan Alquran

Kenapa ada kisah dalam Alquran? Karena salah satu metode Alquran adalah bertutur, berkisah.
Apa bedanya kisah dengan hikayah?
Hikayah itu dongeng, cerita rekaan. Di dalam Alquran tidak ada hikayah. Karena Alquran didasari dengan fakta.

Dan kisah di Alquran pasti berisi kebenaran dan mengandung berita besar. Sekali lagi, berita besar.
Karena kisah-kisah para nabi dalam Alquran adalah intisari kisah para nabi itu. Kan Alquran bukan buku kisah. Tapi mengandung kisah.

Kenapa Alquran menggunakan metode berkisah ini? Untuk memudahkan kita dalam memahami Alquran. J
Kemudian didalam kisah-kisah di Alquran ada metode penyampaian seperti ini, maka Firaun berkata, ... berkata, dll. Loh berarti Alquran ini kata-kata siapa? Kata Allah atau kata mereka tadi?

Ya namanya juga cerita. Disini Allah mengungkapkan sebuah cerita lalu dengan tokoh tokoh masa lalu juga. Ya memang itu kata-kata Firaun, Nabi, atau bahkan Iblis. Tapi diceritakan Allah untuk mempermudah kita memahami konteks pesan ayat tersebut.  Kalau sudah ada tokoh-tokoh begini, kita jadi mudah mengambil hikmah.

Kisah didalam Alquran bukan cuma menjelaskan dengan detail, tetapi juga menyempurnakan kisah-kisah di kitab sebelumnya.

AN-NUR 55

Kita lihat surat Annur ayat ke 55. Silahkan lo dibuka Qurannya J. Dalam ayat ini Allah berjanji kepada orang yang beriman dan beramal sholeh. Sekali lagi ya, yang beriman dan beramal sholeh. Apa yang dijanjikan? Adalah menjadikan orang orang yang beriman dan beramal sholeh itu berkuasa di muka bumi. Wah.. J

Iya, seperti orang-orang terdahulu berkuasa. Seperti apa ya kira-kira ‘berkuasa’ yang maksud dalam ayat ini? Ternyata yang dimaksud berkuasa disini ada dua. Yang pertama adalah meneguhkan agama yang telah diridhoi Allah. Dan kedua adalah mengubah keadaan dari rasa takut menjadi kenyamanan yang sentosa.
Ada dua hal disini, dari sisi Allah dan sesama manusia secara luas. Untuk kemaslahatan umat.
Jadi begini ya ‘kekuasaan’ dalam Islam. Begini juga dong idealnya politik dalam Islam? :D

Maka penting mempelajari kisah dalam Alquran ini.

Masa kini adalah cerminan dari masa lalu. Sejarah berulang. Dengan kita mempelajari Alquran kita bisa tahu penyelesaian masalah kini. Dan kisah-kisah dalam Alquran itu menjelaskannya kepada kita.
Jika kita menjadikan Alquran sebagai media, kita pelajari kisah-kisahnya. Kita jadi punya tokoh-tokoh idola. Tokoh-tokoh yang bisa kita jadikan tauladan. Kalo sudah jadi idola maka kita akan dengan senang hati meniru idola kita itu. Nah dari pada menjadikan idola orang-orang yang tidak jelas sikapnya, mending idola kita yang sudah jelas-jelas sikapnya bisa kita contoh. Dan itu bisa kita dapatkan saat kita mempelajari kisah-kisah di Alquran.

Contohnya, kita mengambil hikmah dari kisah Maryam. Maryam mengandung tanpa adanya suami. Tentu saat itu ia tidak tahu anaknya nanti akan menjadi Al Masih. Tapi perjuangannya sungguh luar biasa. Sampai ia merasa ingin mati saja. Hikmahnya, seandainya Maryam tahu itu Almasih maka perjuangannya pun akan menjadi hambar, karena ia tahu kelak anaknya akan menjadi orang besar, Almasih. Ini berarti dalam keadaan sesulit apapun kita, seperti keadaan Maryam, kita tetap harus berjuang, tidak boleh putus asa. Bahkan saat Maryam melahirkan sendiri, ia tetap diminta Allah untuk menggerak-gerakan pohon kurma agar buahnya jatuh dan bisa dimakan sebagai penyembuh sakit setelah melahirkan. Itu berarti dalam keadaan sesulit apapun, kita tetap diminta Allah untuk berjuang. Seperti Maryam memperjuangkan kehamilan dahulu. J

QS YUSUF 111

Dalam Quran surat Yusuf ayat 111. Artinya Sesungguhnya dalam kisah-kisah di Alquran itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal.

Kisah disini bisa jadi ibroh atau pengajaran bagi orang-orang yang berakal. Jadi kita harus mikir saat kisah-kisah ini sampai kepada kita. Fungsikan nalar saat membahas kisah kisah di Alquran ini. Bukan seperti kita mendengar legenda yang konon katanya, lalu kita mengangguk angguk saja. Bukan.

Karena Ulil Albab adalah orang yang seimbang antara dzikir dan fikirnya. Berfikir, tapi nggak pernah lepas dari Allah.

Bangga Dengan Alquran


Bismillahhirrahmannirrahim..

Kali ini Rona mau share tulisan artikel yang diterbitkan Koran Minggu Pagi Yogyakarta untuk kolom "Inspirasi Ramadhan". Beda dari tulisan Rona di blog biasanya, ini agak formal, maklum untuk konsumsi media cetak. Tapi semoga easy to understand :) Enjoy!

Ramadhan telah memasuki sepuluh hari terakhirnya. Rosulullah mencontohkan kepada kita untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Salah satunya ditunjukkan dengan aktivitas kita bersama Alquran. Kini, seringkali kita malu dengan identitas kita sebagai muslim. Malu memperlihatkan ritual agama kita. Bahkan malu membaca Alquran di tempat umum. Alhasil waktu yang kita habiskan bersama Alquran menjadi minim. Kini saatnya pada bulan Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan berkah ini, merupakan momen penting untuk kembali kepada Alquran, buku petunjuk kehidupan kita.

Allah berfirman dalam Quran Surat Al-Qamar ayat 17 yang artinya “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Alquran untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” Ayat ini bahkan diulang empat kali dalam surat yang sama pada ayat 22, 32, dan 40. Rosulullah juga bersabda “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al quran dan mengajarkannya” (HR Bukhori).


Alquran ibarat buku petunjuk hidup kita. Mempelajarinya berarti mencari tahu petunjuk dari Allah SWT. Membacanya berarti kita sedang berusaha memahami pesan cinta dariNya. Lalu bagaimana cara memahami Alquran? Satu hal yang paling mudah yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca artinya. Selain akan menambah pemahaman kita tentang isi Alquran, membaca arti dalam bahasa Indonesia juga bermanfaat bagi diri kita. Dalam dunia kedokteran, proses ini dikenal dengan istilah Recticular Activating System, sebuah jalan menuju bagian otak untuk meningkatkan daya fokus dan konsentrasi. Masyaallah. Tapi apa kita masih punya waktu untuk menyibukkan diri kita dengan Alquran?

Sebuah kisah menyebutkan, seorang Ustadz dari Indonesia dan Syekh dari Timur tengah sedang berada diatas pesawat saat jam menunjukkan waktu sholat. Setelah berwudhu, Syekh meminta sang Ustadz untuk segera mengumandangkan adzan. Dimulailah sholat berjamaah diatas pesawat dengan Syekh sebagai imamnya. Sang Syekh melantunkan surat yang ia baca dengan lantang. Tidak sedikit orang di sekitar yang memandang mereka heran. Pesawat ini memang menuju ke negara yang bukan mayoritas muslim. Setelah salam, Ustadz bertanya kepada Syekh, “Syekh, apa anda tidak canggung dengan lantang membaca ayat Quran diatas pesawat ini? Dari tadi banyak yang menatap ke arah kita”. Syekh menjawab “Kenapa kita harus canggung mendengarkan ayat Quran pada mereka? Sementara mereka dan banyak orang diluar sana yang tidak canggung memperdengarkan kemaksiatan kepada kita”.

Pembaca yang dirahmati Allah, kisah nyata tadi agaknya cukup menyentil diri kita. Allah berfirman dalam Surat Fussilat ayat 26 yang artinya, “Dan orang-orang yang kafir berkata, ‘janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Alquran ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka)”. Dalam surat ini dijelaskan bahwa sengaja dibuat ‘kegaduhan’ dalam arti luas untuk menjauhkan kita dari Alquran. Kita disibukkan oleh perkara-perkara duniawi agar diri kita jauh dari Alquran.

Pembaca yang dirahmati Allah, mari kita bersama jadikan Ramadhan ini momentum untuk kembali pada Alquran. Tunjukkan bahwa kita bangga menenteng Alquran. Dan sibukkan diri kita dengan membaca serta mempelajari Alquran.

(Rona Mentari untuk kolom Inspirasi Ramadhan Koran Minggu Pagi)

Masjid di Wellington

Kilbirnie Islamic Center

Salah satu tempat wajib dikunjungi jika pergi ke suatu tempat adalah masjidnya! Ya, saya selalu mewajibkan masjid sebagai list kunjungan jika saya sedang visit di suatu tempat, termasuk Wellington. Berbekal informasi dari Mbak Ika dan Bu Leo, dosen saya, saya berniat untuk mengunjungi Kilbirnie Islamic Center, masjid disana.

Saya pergi bersama Saras dan Thalita, sesama delegasi Indonesia dari Paramadina. Menggunakan bis, kami menuju kawasan Kilbirnie. Sebenarnya kami sendiri tidak tahu persis dimana tepatnya. Tapi setelah di kanan-kiri melihat tulisan-tulisan Kilbirnie, kami memencet tombol untuk berhenti. Turunlah kami di kawasan itu.

Dan, ternyata tempat kami turun dari masjid masih jauh. Beberapa kali kami bertanya. Hingga kami melihat beberapa perempuan berhijab menuju ke arah yang sama. Kami pun mengikutinya. Dan benar saja, kami sampai di masjid itu. Bangunan ber-cat putih dan hijau tosca itu memiliki kubah dan menara seperti pada umumnya masjid. Kami masuk, dan meletakkan sandal di tempatnya. Mengucap salam, dan masuk ke dalam. Saya lihat beberapa muslimah di dalam. Dan kami masuk ke ruang sholat untuk perempuan. Kami beruntung, hari itu hari Minggu, aktivitas masjid banyak. Dari sekolah Minggu, yaitu semacam TPA untuk anak-anak dan pengajian untuk para muslimah. Dari situ saya mengerti, kebanyakan dari jamaah disini adalah imigran luar yang tinggal di NZ. Dan wow! Saya bertemu lagi dengan beberapa UMI yang sedang ikut pengajian muslimah.



Saya yang ‘kepo’ ini pun menuju ke ruang semacam kantor didekat tempat sholat perempuan. Beberapa muslimah yang terlihat seperti orang Indonesia sedang sibuk didalam. Saya masuk dan mengucap salam. Dengan pedenya bertanya “Are you from Indonesia?”. Dan ternyata salah! Mereka adalah orang Kamboja. Dari merekalah kami diajak untuk mengikuti pengajian muslimah. Mereka sangat 'welcome' pada kami, saya dan kedua teman yang belum berjilbab.

Adzan dhuhur sudah berkumandang. TPA sudah selesai, begitupun dengan pengajian muslimah. Semuanya berkumpul di ruang sholat untuk berjamaah Dhuhur. Disini kami tidak bisa melihat jamaah ikhwan. Suara adzan dan imam terdengar melalui audio. Setelah sholat berjamaah, teman saya Thalita dan Saras yang ada dibelakang sedang bercengkrama dengan anak-anak. Ada satu balita yang tak mau lepas dari Thalita, lucu sekali. Mereka semua adalah anak-anak muslim disini. Agen-agen cilik muslim di New Zealand.



Alhamdulillah. Terimakasih Ya Rabb yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang telah mempertemukan kami dengan saudara muslim disini. Ya Allah yang Maha Pemberi Ilmu, terimakasih telah memberikan wawasan baru kepada kami tentang kehidupan umat muslim di negara yang minoritas Muslim ini. Terimakasih atas kasih dan sayangMu.

*PS: sebentar lagi Ramadhan, siapkan diri buat berlomba-lomba dihadapan Allah! :)

Kultweet : Oleh-oleh Kampong Rama-rama

Bismillahhirrahmannirahhim....

Apa kabar sahabat?
Beberapa saat yang lalu saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah workshop dongeng  oleh Tunas Integritas KPK di Kampong Rama-rama. Ini oleh-olehnya. Saya cop-pas dari twitter, jadi bacanya dari bawah ke atas ya :)


Jika tdk bs membuat buku, tanamlah pohon (Iman Sholeh),dan jk menanam pohon sebutlah bismilah dan lillahita’ala. 
(3) nama itu doa. Doa orang tua, semesta akan mengamini nama itu. berilah nama yang baik 
(2)karena shakespeare adlh aktor yg hmpir tiap saat berganti2 peran,nmanya berubah-ubah sesuai perannya. Wajar. 
(1)Shakespeare prnh brkata “Apalah arti sebuah nama”. Jelas ia bilang seperti itu! knp?  
Padahal mempelajari Indonesia adalah mempelajari keanekaragaman yang luar biasa! Masyaallah  
Sadarkah?bc puisi di Indonesia it seragam! nadanya ya gitu aj (Keberagaman itu dimiskinkan oleh sistem yang kaku) 
(3)krn diperlukan byk seniman, sastrawan yang baik untuk menjadikan Indonesia lebih baik   
(2)Itu berarti mrk tdk prcaya pd Allah Sang Maha pemberi rizki.Tdk ad hubungannya antra pkerjaan dan rejeki dari Allah 
(1)Kt sring dgr org tua melarang jd seniman atau sastrawan.Krn mrka anggap ga ada uangnya, g prospek bgs dst..  
Mahatma Gandi said: "Dunia ini cukup untuk semua orang. Tapi tak cukup untuk satu orang yang serakah"  
Bismillah, pilar integritas: Jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja cerdas, sederhana, berani, adil. 
kita bahas lagi yang lainnya :) masih dr oleh-oleh workshop dongeng kampong rama-rama 
Quotes dr Zimbabwe : “Jika anak bisa bicara, maka ia bisa menyanyi. Jika akan bisa berjalan, maka ia bisa menari”  
Ssst, dan jangan sampai kita melanggar janji pada anak!   
Siapa anak? Anak adalah obyek yang yang aktif! :D    
Kalau kt bikin cerita anak, jgn meminjam mulut orang dewasa :) 
(2) Tapi entah knpa justru kisah-kisah yang bertema itulah yang terkenal.  
(1)sebenarny,di buku kitab kancil,hanya sdikit kisah yg mnceritakan bhw kancil it licik,suka mencuri.   
Tidak semua cerita rakyat itu bagus untuk anak. Ada cerita rakyat yang memang tidak diperuntukkan kpd anak  
Mslh kt: Minat baca rendah,minimnya bcaan yg mnarik, minim akses buku berkualitas, pemahaman yg keliru(tkoh hitam-putih) 
Mendongeng adalah memodifikasi teks atau kata-kata. Dan kata-kata adalah kendara imajinasi   
Di Chili, cerutu termahal, dibuat oleh karyawan yang didongengkan  -rama
Bahkan Hitler membangun Nazi juga dengan dongeng 
Dongeng/cerita/kisah bermanfaat untuk membangun peri kehidupan anak  
Orang yang tak bisa lagi menulis. Telah kehilangan identitas diri. ( )   
ada oleh2 dr workshop dongeng di Kampong Rama-rama. Sebuah hadiah di hari pahlawan. Segenggam asa utk masa depan Indonesia. :)

Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng keliling. Storytelling Activist. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.

Followers