Rona Mentari

Langkah seribu itu dimulai dari langkah pertama..

Tepat 22 Tahun yang Lalu

Bismillahirrahmannirrahimm.. 

Tepat 22 tahun yang lalu, seseorang lahir di dunia. Bayi perempuan dengan berat kurang dari tiga kilogram ini pada awalnya tidak menangis seperti kebanyakan bayi saat dilahirkan. Ibu nya sangat khawatir karena tidak mendengar suara tangis itu. Hingga akhirnya tangis terdengar, membuat Ibu dan orang disekitarnya saat itu merasa lega.
Ya, bayi perempuan itu adalah kakak saya, Putri Arum Sari. Hari ini tepat di hari dimana ia dilahirkan 22 tahun yang lalu. Rasa syukur ku karena bisa menjadi adik dari perempuan muda yang kini sedang menyusun skripsi untuk kuliahnya di UGM.
Dua puluh dua tahun sudah Allah memberinya nikmat
Sembilan belas tahun sudah saya menjadi bagian dari hidupnya
Seseorang yang bertanggung jawab dalam sikap nya
Seseorang yang menyimpan visi dalam diamnya
Seseorang yang berani memimpin dalam hidupnya
Seseorang yang berhubungan baik dengan Tuhannya
Dan Seseorang yang membuatku bangga memanggilnya saudara perempuanku



Mbak arum, aku kirimkan doa surat Annas dan Al Falaq, agar mba arum dilindungi dari kejahatan makhluk Nya, dari kejahatan malam, dari kejahatan pendengki. Agar mba arum dilindungi dari kejahatan bisikan syaitan yang tersembunyi, baik dari golongan jin maupun manusia.
Semoga Allah senantiasa merahmati dan mengasihi.. J


Buku Harian RDM

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat PAGI sahabat!
semoga kita tetap terjaga dalam iman Islam dan kebahagiaan.. :)

Langsung saja, sahabat, sejak tgl 2 Agustus Rumah Dongeng Mentari dibuka, sejak hari itu pula banyak banget kisah-kisah unik yang dialami kami, Kakak pendamping disana. Dari pengalaman sedih, bahagia, mengharukan, sampai kejengkelan yang luar biasa.. Ya namanya juga proses, masih banyak kurang sana sini. Kadang emosi kebawa, saat kita menghadapi pasukan RDM ini. Bahkan nggak jarang tawa dan tangis terdengar.Rumah Dongeng Mentari

"Kumpul bareng pasukan RDM bikin awet muda.."
"Subhanallah, kita selama ini ngapainn aja?"
"Ehhhh.. jangann lari lariiii"
"Ayoo stop main jimbe nyaa"
"Tepuk RDM!                  Rumahku... Rumah Dongeng...
                                        Disini.... Aku Berkembang..
                                        Seperti.... Mentari....
                                        Bersinar... terang...
      Pasukan RDM..         Kuuuu... Bisa! :)"

Dan catatan harian ini, menjadi salah satu tulisan yang menggambarkan salah satu suasana di Rumah Dongeng Mentari.. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan di blog ini.. berjudul 'Hari itu Penuh Senyum'

                                    http://rumahdongengmentari.blogspot.com/

Jujur, saya menangis saat membacanya..

Barakallah..

Visi Hidup


Bismillahhirrahmannirrahim...

Teman-teman, di penghujung 2011 ini sayang rasanya kalau kita melaluinya dengan meniup terompet keras-keras, menyalakan petasan atau kembang api mahal, atau bahkan minum alkohol. Ini adalah ekspresi kekosongan dan kegalauan. Why? Karena tidak visioner kawan.. Ingat setahun lalu saat pergantian tahun 2011, beberapa saat setelah nya terjadi kejadian yang cukup mengerikan yaitu matinya ribuan burung secara tiba-tiba. Burung-burung itu jatuh ke daratan dan mati. Ternyata ini adalah akibat dari racun yang ditimbulkan dari kembang api-kembang api yang ada di udara, menghancurkan ekosistem burung tersebut. Astagfirullah..
Sahabat, visi bukan sekedar membangun mimpi lewat kata-kata. Jangan cari visi yang coba-coba.  Visi adalah sebuah canangan masa depan yang bahkan sampai kepada taktiknya, yang kemudian masuk kedalam DNA, merasuk kedalam sel-sel tubuh dan terjadilah konsep MESTAKUNG (semesta mendukung). Energi akan terbentuk di sekeliling kita. Prioritas dan keputusan kita jadi terbimbing untuk visi kita tersebut.
Allah telah memilihkan sebuah kalimat indah yang menjadi landasan visioner kita didalam surat AlFatihah, induk Alquran.
‘iyya kana’bud waiyya kanasta’in’
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan

Ini adalah inti Surat Alfatihah. Dimana terdapat kewajiban seorang hamba untuk menyembah hanya kepada Allah. Dan ada hak hamba untuk mendapatkan pertolongan dari Allah. Kalau sudah jelas begini visi nya, maka hidup kita akan terarah. Ayat itu akan menyembuhkan kita dari sifat riya’, menjauhkan kita dari sifat takabbur.
Sahabat, tidak menyembah kepada Allah macam-macam bentuknya. Bisa dengan kita menuhankan HP, menuhankan teman, laptop, nilai tugas, dan lain-lain. Kita sama-sama belajar untuk menjauhkan diri dari berhala-berhala duniawi dan menyembah hanya kepada Allah. Dan kita akan mendapat pertolongan dari Allah karena itu adalah hak kita.

Sebagai anak muda yang visioner yuk malam tahun baru ini sama-sama kita buat visi di tahun 2012 atas dasar ‘iyya kana’bud waiyya kanasta’in’.. Contohnya, kita punya visi untuk mengikuti pertukaran pelajar di luar negeri. Kita lihat dulu nih, apa latar belakang kita ingin itu? Jika karena ingin jalan-jalan keluar negeri secara gratis dan menikmati luar negeri berarti kita ingin kesenangan-kesenangan duniawi. Jika agar dilihat orang dan membuktikan bahwa diriku yang terbaik, berarti kita berniat riya’ dan sombong. Latar belakang ini jelas tidak sesuai dengan visi kita tadi.
Tapi jika alasannya karena ingin membahagiakan orang tua, berarti ingin mendapat ridho dariNya. Karena ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua. Atau jika karena ingin mencari ilmu untuk ditularkan ke orang-orang sekitar rumahku yang memiliki kekurangan agar mereka termotivasi untuk terus belajar. Ini berarti kita berusaha mencari rahmat Allah dengan menimba ilmu untuk ditularkan ke orang lain yang membutuhkan. Kita menjadi volunteernya Allah untuk menyebarkan ilmu. Dan ini sesuai dengan visi kita tadi.
Dan banyak alasan-alasan lain yang bisa kita analisis sendiri apakah masuk dalam ‘iyya kana’bud waiyya kanasta’in’ (Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan)
Sahabat, visi akan membuat jalan hidup kita terarah, semesta mendukung kita, yakini visi itu. Mari berusaha bersama, karena Allah siap memberi pertolongan kepada kita.
Jadi, apa visi mu ?  :)


Karena Sayang dan Kasihmu


Jerit lemah memuai, mengisi ruang aku menghirup dunia
Tak lagi ada tp senyumnya meredam rasa lelah itu
Saat tangisku kencang maka hatinya ikut kuat
Pun denganku yang selalu ingin disampingnya

Ya Rahman, kasihnya menyuapi hati ku yang kerontang
Rasa kasihnya melepas dahaga palsuku
Rasa kasihnya tak luput dari tiap kedipan
Rasa kasihnya berdiam tenang nyaman di dada kiri ini
Di sana, maka dia disini

Ya Rahim, sayangnya membuai dalam tenangnya jiwaku
Rasa sayangnya menghangatkan tiap sendi tubuhku
Rasa Sayangnya menyanjungku saat perih
Rasa sayangnya mengangkatku saat jatuh
Saat apa, maka dia ini


Sayang dan kasih nya adalah anugerah
Tapi itu bersumber dari yang Maha
Karena ia hembusan sayang dan kasih itu dariNya
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Selamat hari ibu, mama.. 

22 Desember 2011, ketika pribadi dalam senyawa

Terimakasihku kuucapkan (2)

Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Alhamdulillahhirobbialamin.. sekali lagi, turun mimbar adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri buat saya. Kenapa? Karena darinya saya belajar kesabaran. Saya memiliki pengalaman yang menguji mental saya. Dan itu saya dapatkan. Semoga membuat saya makin tahan banting dalam dunia dakwah ini. Amin Ya Rabb.
Jika sebelumnya saya berterimakasih pada keluarga dluar lingkungan majelis ilmu. Kini saatnya saya berterimakasih pada insan yang terlibat langsung dalam proses Dai Muda.
Saudara dan saudariku dai-daiyah di majelis ilmu. Terimakasih untuk segala pelajaran dan perhatiannya. Untuk ilmu yang tak hentinya mengalir. Kalian orang-orang hebat. Saya paham akan itu. Sherly, teman seperjuanganku. Mursyida yang super sekali ilmunya. Mega yang selalu ingin membantu meluruskan bacaan Quranku. Maya yang menjadi teman diskusi dan meminta pendapat atas penampilan. Syifa yang jadi guru bahasa arabku di majelis. Tsani yang dewasa dan begitu perhatian. Putri yang selalu nyambung diskusi tentang banyak hal.
Berjuang disana ya kawan.
Untuk para Dai. Kak Nizam, kakak sedaerah yang  mengajariku sopan santun dan kerendahan hati. Koko Hwa yang taselalu berbagi dan memberi masukan baik untukku. Ikhsan yang memiliki semangat sama untuk anak-anak Indonesia. Adi yang nadanya tak pernah berhenti untuk berdakwah. Kasif yang selalu memberikan masuka dalil dan penjelasannya. Fadil yang tak terduga dan luar biasa ilmunya. Ambiya yang mengajariku arti hidup dan humorisnya. Pratu Agus yang tegas dan unik. Hizbullah yang luar biasa bacaan Qurannya. Kak TW yang visioner dan senang belajar. Ipang yang cerdas ilmu dan cerdas beranalogi. Azhari yang juga cerdas dan berbudi.
Maannajah! J
Belum selesai sampai disitu. Kami tak akan ada apa-apanya tanpa tim mentor Ar Rahman. Tuan Guru yang begitu mencerahkan kami dan mengejutkan kami dengan segala metode penayampaiannya kepada kami yang sungguh tak terduga. Bunda Kalsum, Teh Fia (makasih ya teh utk perhatiannya dan dukungannya), Ustadz Boni, Ustadz Hendra, dan seluruh tim Ar Rahman. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kasih sayangnya pada kalian, guru-guru hebatku.
ANTV’s crew! Kami juga tak akan bisa tampil baik tanpa bimbingan dan kerjasama yang baik pula dari teman-teman Antv. Dari mereka saya belajar etos kerja, dari mereka saya belajar rasa kekeluargaan, dari mereka saya belajar untuk saling menghargai, dari mereka saya banyak belajar.
Mba Herny, etos kerja dan tanggung jawabnya yang luar biasa, juga seorang ibu hebat. Kru harian dengan produser kece, Kak Riza yang tak pernah habis idenya. Kak Aci yang perhatian sama wajah saya, haha. Kak Chyntia, J makan bakso lagi yuk!. Kak Dian, hebat. Kak Ghalib, super. Pak Nurdin, pahlawan logistik kami.

Kru tabligh yang mantap! Kak Hendry yang selalu berdiskusi yang memberikan solusi cerdas. Kak Ithonk yang cerdas, kreatif, bertanggung jawab dan selalu tersenyum. Kak Viane yang kreatif, sabar, penuh ide. Mbak Siska yang juga super dan sabar bgt menghadapin kita.
Kak Fika, yang menjadi designer baju-baju tabligh saya lewat ‘Nabilia’. Cek http://houseofnabilia.blogspot.com/ dari sana terlihat seberapa besar support Kak Fika bersama Nabilianya untuk saya. Maaf nggak bisa bawa Nabilia berlama-lama di panggung itu. Barakallah J
Dan banyak insan disana yang tak sempat ditulis dalam kata dunia tapi selalu terekam dalam hati saya.
Saya sayang kalian, karena Allah.
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 

Terimakasihku, Kuucapkan.. (1)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Selamat PAGI! :)

Turun mimbar di Dai Muda pilihan Antv adalah sebuah dinamika hidup yang manis. Tidak perlu disesali, dibenci, atau bahkan dimaki. Yang perlu adalah disyukuri, dipahami, dan dinikmati.
Bertemu dengan orang-orang hebat, teman-teman dai-daiyah, Tuan Guru dan mentor Ar Rahman, kru Antv yang super adalah sebuah anugerah dari Allah yang tak ternilai. Kebahagiaan ini sungguh mengajariku banyak hal.
Alhamdulillahhirrobbil alamin..
Terimakasih untuk Papa, Mba Ayu-Mba arum, keluarga yang selalu mendukung dan memberikan suntikan semangat J. Keluarga besar Harto Taruno dan Sukadar.
Untuk dosen-dosenku di Universitas Paramadina. Ibu Nara, PA yang memberikan solusi dan dukungannya yg luar biasa. Ibu Rini, kaprodi yang sgt mendorong dan menenangkan hati di saat kegalauan tentang proses perkuliahan. J hehe.             

Ibu Leo dan Pak Wahyu yang meminjamkan buku-bukunya. Dosen-dosen yang memberikan ijin dan keringanan dari proses kuliah.
Kak pipin, kak reni, kak ase, kakak-kakakku di jakarta yang pertama kali dateng ke studio dan memberikan dukungannya. Kak Reni yang care dgn membuat FP. Aku sayang kalian..karena Allah.
Teman-teman asrama, Nayla yg selalu support. Resti, yang ktanya mau jadi manajer saya, haha. Niken, muah! Yensus, Harumi, Dewi, Nimas, Ayu. J you guys are amazing! Seluruh tmn-tmn paramadina fellowship.
Barakallah ya akhi..ukhti...
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 

Kisah Rasulullah Mengasihi Anak Yatim

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu.
Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.
Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.
Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?”

Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berjuang bersama Rasulullah saw. Dan kemudian ia meninggal dalam perjuangannya. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”
Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku Rasulullah menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu dan Aisyah menjadi ibumu ?. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”
Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya.
Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.
Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :
“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :
“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. , dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”
Rasulullah saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”

Dalam kesempatan lain,Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda :”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada kepala anak yatim di hari Assyura, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Asyuro, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalam keadaan kenyang semuanya.”— Al Hadis.

*Diambil dari buku ‘Sayang Anak Yatim’, penulis Vani Diana P. (4.bp.blogspot.com)

Kisah 'Air Untuk Ibu'


Di jaman dahulu, ada seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya. Namanya Syarifudin. Ia anak yang baik dan sholeh. Suatu hari, ibunya sakit keras. Sang ibu hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Saat malam hari, ibunya terbangun. Ibu Syarifuddin kehausan. Ia memanggil-manggil anaknya agar membawakan air minum. “Nak, kesini nak, ibu haus, tolong ambilkan air minum”, kata Ibu. Syarifuddin cepat-cepat mengambil air untuk ibunya. Tapi ketika ia datang, ibunya sudah tertidur kembali. Ia bingung apa yang harus dilakukannya. Haruskah ia membangunkan ibunya atau menunggunya sampai bangun lagi? Atau meletakkan air minum itu di samping tempat tidur ibunya?
Akhirnya, Syarifuddin memutuskan untuk menunggu sampai ibunya terbangun.
Dari menit ke menit, dari jam ke jam sampai waktu malam berlalu. Syarifuddin dengan sabar tetap berdiri di samping ibunya. Akhirnya, ibu Syariffudin bangun setelah matahari fajar bersinar. Ia kaget melihat anaknya sedang berdiri disampingnya.
“Anakku, apakah kamu berdiri semalaman disini nak?”, tanya ibunya.
“Iya bu, Syariffudin berdiri disini sejak ibu meminta diambilkan air minum”, kata Syarifuddin.
Ibunya terharu dengan kepatuhan anaknya. Ia kemudian mendoakan kebaikan anaknya yang berbakti itu. Ketika tumbuh dewasa, Syarifuddin menjadi orang yang sholeh dan berbahagia karena doa ibunya.

(diambil dari buku ‘Islamic Character Building Stories for Kids’)

Kisah “Trimbil dan Robot Pip Pip O O”

(Akibat Malas Sikat Gigi)

                “Trimbil.. Trimbil....!”, panggil ibu kepada Trimbil. “Ayo sikat gigi dulu sebelum tidur”, kata ibu lagi. Trimbil tidak beranjak dari tempat tidurnya. Trimbil malas sekali sikat gigi sebelum tidur. Padahal setiap hari, ibu selalu mengingatkan Trimbil. Panggilan ibu mengingatkan Trimbil untuk sikat gigi ternyata tidak mampu membuat Trimbil mau sikat gigi malam itu. Alhasil, malam itu Trimbil tidak sikat gigi lagi. Padahal seharian, ia sudah makan bermacam-macam makanan.
                Saat mau tidur, tiba-tiba dari bawah tempat tidurnya muncul makhluk kecil dari besi. Ternyata benda itu adalah robot. “Pip pip o o, pip pip o o, namaku robot pip pip pip o o”, kata robot kecil itu. Trimbil heran, kok bisa ada robot di bawah tempat tidurnya. Merekapun saling berkenalan. Tapi robot tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil. Robot pip pip o o menjauh saat Trimbil berbicara dengannya.
                “Kenapa robot pip pip pip o o tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil?”, tanya Trimbil keheranan. “Pip pip o o, saya tidak suka dengan Trimbil. Karena gigi Trimbil hitam-hitam dan berlubang. Pip pip o o”, kata Robot menjelaskan. Wah, robot saja tidak mau dekat-dekat dengan Trimbil. Tiba-tiba dari bawah tempat tidur Trimbil, muncul lagi sesuatu. Ternyata itu adalah monster kuman. Bentuknya menjijikkan. “Hha? Siapa kamu? Kenapa kamu ada disini?”, tanya Trimbil setengah berteriak. “Akuu adalahhh monsterr kumannn yangg adaa di gigiii kamuuu, hhahaha”, kata monster dengan suaranya yang mengerikan. “hha? Mana mungkin ada monster kuman di gigiku sebesar kamu!”, kata Trimbil tidak percaya. “Karenaa kamuu tidakk pernahh mau sikatt gigii, akuu membuatt rumahh kumannn di gigiii kamuu. Semakinn kamuu jaranggg sikat gigii, semakinn banyak rumah kumannn dan semakinn banyak monster kumann sepertii aku inii di gigi kamuuu”, kata monster itu lagi.
“Pip pip o o. Kuman-kuman itu yang akan membuat gigi kamu hitam, keropos, dan bau, pip pip o o”, kata robot sambil menunjuk ke arah monster kuman. Tiba-tiba robot pip pip pip o o menghilang. Dan monster kuman muncul lagi dari bawah tempat tidur Trimbil. Semakin banyak dan semakin bertambah. Trimbil ketakutan. Dan Trimbil pun terbangun dari mimpinya.
“Masyaallah, aku bermimpi!”, kata Trimbil pelan. Jam menunjukkan pukul 11 malam. Sudah dua jam sejak Trimbil tidur. Sepertinya ia sadar, betapa banyak kuman-kuman yang akan hidup di giginya jika tidak pernah disikat. Ia pun menuju ke kamar mandi untuk menyikat giginya.
“Bismillahhirrahmannirrahim..”, ucap Trimbil sebelum sikat gigi. Sejak saat itu Trimbil rajin sikat gigi, apalagi sebelum tidur, agar kuman tidak punya banyak waktu untuk menghitamkan gigi kita. Karena gigi kita sudah terlindungi. J 

About this blog

This blog is tried to irradiate the readers from writer’s experience, opinion, activity, creation, and another story of Rona Mentari.

vote for :)

vote for :)

Blog Archive

About Me

My Photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Like my name, Rona Mentari, that means the georgeous color of sunlight. My parents hope that I can lighting people around me, *yaa I know that is not an easy thing*, but I try and struggle for it. I’m a person that love arts world and performance. Have an obssesion to publish story book for children. Because I like and try to care the children. Delivering religious message with entertaining ways is my interest. Interested in: Photography, Movie making, reading, Religious view, travelling, and..., is just like a rainbow beside the morning sun, alot of colors but if you see it fully, it will looks so beautiful.
Powered by Blogger.

leave a message please...


ShoutMix chat widget

Kicau Mentari

Followers