Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

Berawal dari Pildacil

Subhanallah... Alhamdulillah Allah telah mengijinkanku ikut pildacil 2 sampai Grand Final.

Pildacil ini berbeda jika dibandingkan dengan lomba-lomba yang pernah aku ikuti. Selain bisa dikenal oleh orang, disinilah aku tau kompetisi, kerjasama, ilmu agama yang lebih dalam dan masih banyak lagi. Tapi yang paling penting, dari Pildacil ini aku jadi memantapkan langkahku untuk meraih cita-citaku sekarang ini. Itu kenapa di setiap thausiyahku, saya selalu berusaha menyampaikan dengan cerita, tapi tetap lewat beramar ma'ruf nahi mungkar. Aku ingin sekali mengajak anak-anak muda nggak negative thinking sama ilmu agama. Kesannya terlalu berat lah, terlalu disiplin lah.., dll. Walaupun dengan ilmu yang sangat terbatas ini. Ngomong emang gampang ya, tapi kita harus DO SOMETHING GUYS!
 

Saya juga sama-sama belajar untuk jadi muslim yang baik. Emangnya kalau pernah ikut pildacil terus kita nggak punya dosa? enggak juga, saya masih dalam taraf menjadi, jadi ya msh belajar.

Umm.., tapi, kayaknya kurang tepat kalau aku dibilang dacil sekarang ini, soalnya umurku sudah 16 tahun. Jadi sudah remaja. Hehehe. Kalau dulu waktu pildacil itu aku berumur 11 tahun. Aku mau bagi pengalaman aja waktu di pildacil dulu lewat foto-foto ini... Sekalian buat nostalgia untuk penggemar pildacil dulu.. hehehe *emang ada ya..*
Ini para orang tua finalis pildacil dari kiri ke kanan: Mamaku, Mamanya Rino, Tantenya Yanti, Mamanya Kiki. Lagi pose di depan karantina.
Waktu berkunjung ke rumah Uje.
Berpose andalan di sela-sela kegiatan..
Kiki.., aku sama kiki sengaja bikin pemotretan dadakan nih waktu itu. Aku jadi fotografernya. Kiki ku dandanin sedemikian rupa,inilah hasilnya.. Wahh, kangen kamu ki..!
Waktu thausiyah di luar pildacil. Tapi msh dalam masa pildacil.. sekalian minta dukungan nih.. wkwkkw
Nah, karena udah 3 besar, lativi nawarin kita untuk jalan-jalan. Kita boleh milih lagi. Wah kesempatan nih, nggak boleh di sia-siain. Udah lama saya itu pengen main gokart, jadilah, kita ke redline gokart di Pondok Indah. Walaupun dari anak-anak yang maen aku tok. Tapi kakak-kakak lativi juga seneng balapan.. Yipppii
Nah.., ini 3 besar pildacil 2. Habis masuk 3 besar, langsung konferensi pers dan foto-foto.
Di sela-sela syuting pildacil. Thausiyah d Jakarta.

Ini semua, dukungan-dukungan, waktu grand final. Dan itu mobil lativi yang selalu mengantarkan kita...

Sepertinya cukup untuk pildacil. Tunggu postingan selanjutnya ya.

2 komentar:

Ellyna Aisha Sari November 25, 2008 at 10:33 AM  

rone fotonya zagar mana? huahua

ronamentari December 1, 2008 at 4:45 AM  

yehh, giliran suruh komen, malah yang ini yang dikomenin.= =, yg itu 3 besar ituaku kiki zagar

Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng. Beraktivitas di dunia ini sejak tahun 2000. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Followers