Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

Mars dan Venus



Mars dan Venus. Hakikatnya berbeda. Tapi sama kan didalam tata surya?
Ditinggalkan salah satu diantaranya tentu bukan sebuah pilihan. 
Tapi sebuah takdir yang tak bisa dielak.
Beda. 
Ditinggalkan yang sama dan bersama yang beda membutuhkan daya lebih kuat untuk tetap mengorbit di garis semesta.
Bukan sebuah halangan, saya pikir.
Meski ribuan asteroid terbakar di kulit keduanya.
Tak apa jika tak berucap selamat bahagia. 
Yang penting tetap menjaga di orbit Sang Galaksi. 
Iya kan?


Sebuah Refleksi

*baca dengan sudut pandang Aku adalah dirimu juga :)

Dua puluh tiga September lalu, tepat 21 tahun aku hidup di dunia. Dua puluh satu tahun ikut andil dalam perubahan di dunia, bertanggung jawab pula atas perkembangan baik dan buruknya lingkungan.

Sedikit mengingat, Muhammad Al Fatih berumur 21 tahun saat memimpin pasukannya menaklukkan Konstantinopel. Steve Wozniak berumur 21 tahun saat bersama Steven Jobs membuat komputer dan kemudian menjualnya. Juga Lionel Messi, umurnya 21 tahun saat mengangkat bangga piala Liga Champions (2006) dan Piala Dunia Antarklub (2007). Kamu? Mungkin sudah banyak membubuhkan tanda centang di ‘buku komitmen’ yang bentuknya bermacam-macam sesuai keinginan. Lalu aku?

Apa waktuku sama dengan mereka denganmu? Jelas sama. Kita sama-sama punya enam puluh detik dalam satu menit. Sama-sama punya enam puluh menit dalam satu jam. Juga punya dua puluh empat jam dalam sehari semalam. Sama. Allah Maha Adil.

Sampai berbagai ucapan dan doa itu sampai.

“Met Ultah ya Kak”
“Met milad ya”
“Semoga makin menyinari”
“Terus menginspirasi ya”
“Semoga umurnya berkah”
“Semoga cita dan cintanya tercapai”
“Met tambah tua yak”
“Sukses dakwahnya ya”
“Jadi kebanggaan ortu ya”
“Semoga tambah karya”
“Semoga brtambahnya umur juga bertambah amal baiknya”
“Jadi tukang dongeng yang keliling dunia ya”

Dan semuaaa telfon, pelukan, hadiah, doa, juga foto yang membuat wajah ini berbinar, tersenyum, sambil komat-kamit bilang “Amin..”

Terus? Tentu, kata “Amin” tak akan berarti apa-apa tanpa sebuah tindakan. Dan betapa indahnya sebuah tindakan jika diiringi doa, apalagi dari orang-orang disekitar. Terimakasih untuk semangat dan motivasi lewat doa doa itu. J















Cerita Senja

Hari ini mentari
Saat itu pelangi
Yang butuh derasnya hujan untuk menikmati

Hari ini puitis
Saat itu dramatis
Yang tersenyum dalam realitas asa

Hari ini ilmu
Saat itu belajar
Yang tertanam di indahnya pengalaman

Hari ini berharga
Dan
Saat itu bahagia
Kata hatiku


Rona Mentari

Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng. Beraktivitas di dunia ini sejak tahun 2000. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Followers