Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

"Trimbil Melawan Syetan"


Bismillahhirrahmannirrahim.. 

Nah yang ini, dongeng tentang Trimbil yang berusaha melawan syetan! Cocok buat kita dongengkan ke anak-anak, biar mereka semangat puasa. Amin :)

Pada suatu hari di desa Pohruboh, tinggal seorang anak laki-laki, Trimbil namanya. Trimbil adalah seorang murid SD kelas dua. Umurnya tujuh tahun enam bulan. Bulan ramadhan ini, Trimbil berniat untuk puasa sehari penuh selama satu bulan. Walaupun itu tidak mudah, tapi Trimbil berusaha.

“Aku harus kuat puasa! Biar dapat hadiah dari Ibu! Hehehe”, kata Trimbil sambil tertawa.

Memang, Trimbil akan mendapat hadiah dari Ibu jika bisa puasa satu hari penuh selama sebulan. Siapa yang tidak mau dapat hadiah? Apalagi Trimbil!

Hari pertama dilalui Trimbil dengan semangat dan lancar. Begitupun hari kedua.

“Alhamdulillah hari ini lancar!”, kata Trimbil bahagia.

Tiba pada hari ketiga, Trimbil tidak sahur. Kata Ibu, Trimbil susah sekali dibangunkan. Tapi Trimbil merasa tidak ada yang membangunkannya. Wah sepertinya gara-gara keasyikan tidur, jadi tidak terasa saat dibangunkan Ibu. Trimbil sudah mulai kehausan saat jam menunjukkan pukul 11 siang. Tanpa diduga, ada sepiring roti sisa sahur tadi pagi di meja makan. Trimbil tersenyum melihat roti itu. Ia ingin sekali memakannya. Perutnya lapar! Eh tiba-tiba roti itu berbicara.


“Jangan makan aku Trimbil.. kamu sedang puasa!”

Trimbil kaget. Ia lalu teringat, bahwa dirinya sedang puasa. Tapi tiba-tiba dari belakang muncul suara aneh.

“Sudahhh.. makan saja Trimbil! Kamu kan lapar.. segeralah memakan roti yang lezat itu!”

Ternyata itu adalah suara syetan yang ada di sekitar Trimbil. Trimbil ikut mengangguk, mengiyakan ucapan syetan. Trimbil pun mendekati roti itu. Tapi roti itu berteriak lagi kencang.

“Jangan makan aku Trimbil! Kamu sedang puasa!”

Syetan berkata “Makan saja Trimbil! Tidak ada yang melihat. Ayo makan!”

“Jangan Trimbil! Allah Maha Melihat. Kamu bisa batal puasa!”

Ups. Trimbil teringat janjinya akan puasa penuh. 

“Masyaallah! Aku tidak boleh tergoda, aku akan berpuasa!”

Dengan sigap, Trimbil segera menutup roti itu dengan tisu agar ia tidak tergoda. Ia pun meninggalkan roti itu dan melanjutkan puasanya. Hari ini Trimbil berhasil melawan syetan!


Ps: Hari ini Hari Anak Nasional, yuk hadiahkan anak-anak dengan dongeng dari kita :) 

Ula-ula Menjadi Kupu-kupu


Bismillahhirrahmannirrahim

Pada suatu hari, hiduplah seekor ulat kecil. Tubuhnya berwarna hijau tidak berbulu. Kalau disentuh, kulitnya lentur, sangat menggelikan. Tapi sayangnya, hanya sedikit yang mau menyentuh ulat kecil itu. Namanya Ula-ula. Ia tinggal diatas pohon mangga halaman rumah Dena, gadis kecil yang suka bermain.

Suatu hari, Dena dan bonekanya bermain di teras rumah. Ia ditemani Bunda yang sekaligus menyuapi Dena makan. Tiba-tiba Dena berteriak kencang saat melihat Ula-ula diatas pohon mangga. Dena menangis karena takut melihat Ula-ula. Dena segera memeluk Bunda yang ada didekatnya. Mereka lalu masuk ke dalam rumah.

“Kenapa orang-orang tidak suka padaku ya?”, kata Ula-ula sedih.

Beberapa saat kemudian seekor sapi milik Pak Tani berjalan menuju sawah, melewati pohon mangga, rumah Ula-ula. Komo Si Sapi itu berkata pada Ula-ula.

“Jangan dekat-dekat denganku ya Ula-ula. Tubuhmu menggelikan. Aku takut gatal-gatal!”

Ula-ula hanya diam, ia sedih, semakin banyak yang tidak mau dekat-dekat dengannya. Kemudian Ula-ula pun berdoa.

“Ya Allah, aku tak tahu kenapa mereka takut padaku. Padahal aku ingin punya banyak teman. Tolong aku Ya Allah. Engkaulah Yang Maha menolong. Dan Engkaulah tempatku mengadu”

Ula-ula berdoa kepada Allah agar ia disukai dan disenangi. Kemudian tiba-tiba tubuhnya sedikit demi sedikit dipenuhi serat-serat. Serat halus itu kemudian mengelilingi tubuh Ula-ula. Menutup tubuh Ula-ula secara melingkar. Semakin lama tubuh Ula-ula semakin tertutupi hingga tinggal wajahnya saja. Lucu sekali, seperti bayi yang sedang dibedong. Atau bayi yang memakai jilbab. Hahaha.

Lama kelamaan tubuhnya tertutup semua, termasuk wajahnya. Oh, ternyata Ula-ula menjadi kepompong! Apa yang dilakukan Ula-ula? Ternyata Ula-ula sedang puasa. Ia tidak makan dan tidak minum. Menahan nafsu dan amarah. Tidak pergi bermain, tidak jalan-jalan ke Mall. Pokoknya Ula-ula berpuasa saat menjadi kepompong. Tiga puluh hari kemudian, serat yang membungkus Ula-ula terbuka sedikit demi sedikit. Muncul sebuah sayap yang terlihat masih basah dan lengket. Kemudian muncul seekor kupu-kupu nan cantik jelita. Ia mengepak-kepakkan sayapnya dan terbang kesana kemari. Ula-ula telah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik! Sapi yang sedang lewat pun menyapa.



“Siapa kamu? Bolehkah aku berkenalan denganmu?” “Aku Ula-ula pi, temanmu!”

“Wah kamu sangat indah” “Iya, aku berpuasa saat menjadi kepompong”

Sapi tersenyum melihat Ula-ula. Kemudian Dena, gadis kecil yang dulu takut sekali dengan Ula-ula tiba-tiba berlarian kearah Ula-ula sambil tertawa. Dena senang sekali melihat Ula-ula. 

“Alhamdulillah puasa membuat diriku dan hatiku tambah cantik!”, kata Ula-ula bersyukur.

Nabung Jariyah di RDM : 1434 H

Untuk kamu yang ingin mencahaya di Ramadhan 1434 H ini..
Yuk, gabung tim volunteer Rumah Dongeng Mentari di bulan penuh berkah.

Khusus untuk yang berdomisili di DIY :)


Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng. Beraktivitas di dunia ini sejak tahun 2000. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Followers