Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

Di Negara Dunia Ketiga

Assalamualaikum semuanya :)


Melihat beberapa film dokumenter dan membaca dunia, membuat saya prihatin dengan keadaan ini. Ketika orang-orang bermodal menciptakan sebuah perusahaan besar yang memproduksi barang-barang mahal, tapi tanpa memperhatikan nasib karyawan dan hanya menjadikan mereka seperti sapi perahan yang tak akan pernah bisa minum susu perahannya sendiri. Menciptakan sebuah praktek kapitalisme yang menjadi pembunuh berdarah dingin bagi negara-negara dunia ketiga.

Pabrik-pabrik besar didirikan di negara-negara berkembang untuk memproduksi produk mahal yang dijual di negara maju lalu muncul di televisi-televisi meneror setiap rumah keluarga negara berkembang dan menjadikan sebuah tekanan kesenjangan. Pabrik-pabrik itu banyak mempekerjakan karyawan dengan gaji murah karena karyawan yang sama sekali tidak memiliki kekuatan tawar harga karyawan. Mereka hanya punya pilihan, kerja lalu dapat uang atau tidak kerja sama sekali dan tidak akan punya uang. Sebuah keadaan yang terkadang sengaja dibuat pemerintahnya sendiri.
Juga tanpa menghiraukan asuransi karyawan maupun keselamatan kerja atau bahkan jam kerja yang melebihi 12 jam, mengharuskan para wanita muda itu berdiri tanpa boleh ke kamar kecil sedikitpun.

Lalu menjadi percetakaan uang bagi para pemilik modal yang tertawa diatas derita karyawan tanpa pilihan itu.

Hanya diamkah kita melihat ini?

4 komentar:

BERNARD LAZAR October 20, 2011 at 9:57 PM  

rona mentari . aq suka blog qmu..
kemarin film yg di edit di jogja dapet nilai apa? hehe

ronamentari October 21, 2011 at 8:00 AM  

Wahh terimakasih bro :)
alhamdulillah kmren dapet nilai A, hehe

qezzia October 21, 2011 at 11:12 PM  

ketika kita (konsumen) bertemu dg yang mahal, apa yang kita pikirkan? bahwa "itu memeras kita sementara perusahaannya mendapat untung gede", atau "kenapa barang itu bisa mahal?".
tas tas KW yang beredar di mangga dua ternyata dibuat di sweatshops di cina dimana pekerjanya bekerja 20jam sehari, dan hak2 mereka sebagai pekerja dilecehkan, sementara tas dengan merk asli keluaran paris dikerjakan oleh pekerja yang hak-hak nya diperhatikan, dan dibayar sesuai standar.
kenyataannya, banyak orang memilih membeli tas tas KW dengan alasan "the original ones are such rip-offs." tanpa berpikir kenapa the original ones bisa mahal.

ronamentari October 23, 2011 at 12:04 AM  

Kebetulan film dokumenter yang sy lihat adalah yang memproduksi barang bermerk asli, bukan KW. Yang asli saja seperti itu bagaimana yg tdk asli seperti yg dibuat di Cina. Terimakasih utk informasinya :) Kenyataan yang terjadi di Cina menurut saya adalah sebuah perpanjangan tangan dari praktek kapital. Org tidak akan membeli brg2 bermerk KW jika di negara ketiga trsebut tidak diteror dengan iklan atau apapun jenisnya melalui media yang 'memaksa' org utk membeliny.
Thanks for sharing  

Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng keliling. Storytelling Activist. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.

Followers