Rona Mentari

tell a story, reap a wisdom

Catatan Perjalanan: Batu



Hari selanjutnya kami menuju Batu dan malam itu berniat menginap disana. Yang pertama kami lakukan adalah cari tempat menginap. Sudah ada beberapa list di agenda kami. Tapi ternyata tidak kami temukan, ada lagi yang lain, tapi terlalu mahal. Hingga saat kami jalan di kawasan BNS bertiga, dengan tas-tas besar, seorang ibu memanggil kami. “Mau cari penginapan mbak?”, katanya. Kami saling melihat, kemudian menganggukkan kepala. Ibu-ibu pemilik warung itu ternyata menawarkan kamar di rumah anaknya untuk kami menginap. Dan setelah melihat ke beberapa rumah anaknya *maklum, anak nya ada banyak*. Pilihan kami jatuh kepada rumah terakhir yang ia tawarkan. Dengan ukuran kamar yang besar dan extra bed dibawah. Bersih! Lengkap dengan kamar mandi yang besar dan bersih pula. Deal! Alhamdulillah.

 





Setelah istirahat beberapa saat, langsung saja kami menuju ke agro wisata apel. Belum ke Batu kalo belum datang ke tempat ini. Kami tour keliling kebun ditemani tour guide kami. Sayangnya, buah apel sedang tidak berbuah. Tapi tak apa, kami masih bisa menikmati kripik apelnya. Dan memetik buah strawberry serta jambu. Menikmati secangkir kopi susu di tengah perjalanan dan diakhiri dengan puding apel dan segarnya jus jambu sambil melihat pemandangan kota Malang dari ketinggian. Masyaallah indahnya.
 
Kami pun kembali ke tempat menginap. Di tengah jalan kami melihat anak-anak kecil berbaju muslim jalan bersama orang tuanya. Kami yakin, pasti menuju masjid. Setelah meletakkan barang-barang. Kami bertiga sepakat untuk sholat di Masjid dimana anak-anak ber TPA dan kalo ada kesempatan, mengajar disana, barang sebentar saja. Haha. Itu harapan kami. Sampai di Masjid, tidak seperti yang kami bayangkan, karena masjidnya belum jadi benar. Setelah wudhlu, kami sholat di dalam. Sedang anak-anak TPA, belajar di serambi. Ternyata, kami tidak berkesempatakan untuk ‘bermain’ bersama anak-anak disana. Tak apa, setidaknya kami bertemu mereka :)

Malamnya kami menuju ke Batu Night Spectacular. Cerita teman menstimulus saya untuk datang kesana. Dan memang sangat dekat dengan tempat kami menginap. Hanya dibutuhkan 3-4 menit jalan kaki. BNS adalah tempat wisata yang menyajikan permainan dan wahana-wahana yang buka pada malam hari. Mengandalkan kemeriahan lampu-lampu. Dan tiap jam tertentu terdapat pertunjukan yang baru saya lihat di Indonesia. Pertunjukan lampu dengan laser yang kemana-mana arahnya dengan air yang dibuat terkesan ‘menari’. Diawali dengan tarian tradisional jawa timuran dan Bali. Di tengah-tengah pertunjukan kita disuguhi semacam film tentang terbangnya roket ke angkasa. Film itu ada di langit-langit hall. Kita diajak seperti terbang ke ruang angkasa. Sekali lagi, yang ini baru pertama kali saya liat di Indonesia. Ada juga arena gokart disana. Saya tertarik untuk bergabung. Bersama kakak saya yang kedua, kami balap gokart. Bertanding bersama pengunjung lainnya dari luar kota. Dan, saya berkesempatan memegang trophy juara pertama dan berdiri diatas podium nya. hehe. :D
 
Esoknya kami menuju ke Selecta, taman bunga. Sambil membawa seluruh barang bawaan kami. Karena setelah itu berencana langsung menuju ke Bromo. Selecta adalah taman bunga yang sudah ada sejak jaman Belanda. Bunganya warna warni dan indah. Seperti sedang berada di New Zealand atau Belanda. Tapi tidak, kami bangga sedang berada di Indonesia :D

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS Arrahman)

1 komentar:

Iwan Tidung February 13, 2013 at 8:53 AM  

Kapan bisa keluar negeri khususnya eropa, pengen tahu bagaimana kehidupan masyarakat disana.

Total Pageviews

Tentang Saya

My photo
Yogyakarta, Sleman, Indonesia
Seperti mentari yang merona-rona. Mungkin itu alasan sekaligus harapan orang tua saya memberi nama Rona Mentari. Saya adalah juru dongeng. Beraktivitas di dunia ini sejak tahun 2000. Dongeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Salam kenal! Mari bersilaturahim juga via instagram di @mentarirona

Tentang Blog Ini

Blog ini adalah catatan tulisan berdasarkan pengalaman, cerita, karya, dan berbagai cerita penulis - Rona Mentari. Kadang juga berisi celotehan kekesalan berbentuk puisi atau sekedar kegundahan tentang sekitar.

Popular Posts

Powered by Blogger.
There was an error in this gadget

Followers